Kamis, 03 Juli 2014

Dua Pemain Andalan Jerman Untuk Menghadapi Timnas Perancis


Lensa Olahraga Pagi: Lensa Piala Dunia ANTV 
Rio De Janiero - Jelang laga perdana babak perempat final (8 besar) Piala Dunia Brazil 2014 Timnas Jerman harus bertemu dengan tim "ayam jantan" julukan dari Timnas Perancis di Estadio do Maracana Rio De Janiero, Jum'at (4/7) WIB. Kedua masing-masing negara telah mengecap manisnya juara dunia baik Timnas Jerman dengan 3 gelar (pada tahun 1954, 1974 dan 1990) maupun dengan Timnas Perancis yang baru mempunyai 1 gelar dan diraih pada tahun 1998.

Dipastikan laga antara tim yang sama-sama dari benua biru (eropa) ini akan berlangsung panas dan seru, dikarenakan kedua tim memiliki banyaknya pemain bintang yang bermain di club-club eropa sebut saja dari tim panser (julukan timnas Jerman) yang memiliki pemain sekelas Thomas Muller (Bayern Munchen) yang telah mencetak 4 gol di ajang empat tahunan ini hanya terpaut 1 goal dari pencetak gol terbanyak sementara yaitu James Rodriguez asal Kolumbia. Kemudian, Mesut Ozil yang bermain di klub Arsenal asal Inggris dan juga menjadi pahlawan Timnas Jerman dengan 1 Gol-nya membawa Jerman mengungguli wakil asal afrika yaitu Timnas Aljazair (2-1) pada babak 16 besar. Pelatih Timnas Jerman; Joachim Loew biasanya memasang taktik striker bayangan dengan peranan Thomas Muller di depan disokong juga dari lini tengah Mesut Ozil yang pawai mengumpan bola ke lini depan.

Kedua Pemain ini menjadi andalan serta amunisi Timnas Jerman untuk membongkar pertahanan dari Timnas Perancis sebab, daya serang serta kekuatan juara dunia 3 kali ini sebagian besar berasal dari lini tengah. Timnas Perancis juga tidak bisa dianggap sebelah mata karena telah mencetak 10 gol dalam edisi Piala Dunia kali ini, pastinya andalan Jerman dengan Muller dan Ozil akan bentrok dengan lini tengah andalan Perancis yaitu; Paul Pogba yang juga menyumbang 1 gol kala mengalahkan Nigeria (2-0).

Lini Pertahanan timnas Jerman juga harus patut waspada terhadap performa penyerang tim 'ayam jantan' yang bermomor punggung '10 yaitu; Karim Benzema karena bomber asal klub Real Madrid itu telah mencetak 3 gol dan telah merasakan 2 kali menjadi pemain terbaik dalam pertandingan (man of the match).

Sumber: Lensa Olahraga Pagi: Lensa Piala Dunia ANTV
Penulis: Gradyola Putra 1423012087



Rabu, 25 Juni 2014

Tanggapan Mahasiswa Mengenai 'Ayam Kampus'

Apa sih ‘Ayam Kampus’ itu?
Surabaya – (24/6) Pergaulan remaja masa kini bisa dikatakan termasuk rawan karena terbukti  dengan banyaknya peristiwa yang terjadi seperti kasus-kasus pelecehan seksual yang marak terjadi ini disebabkan oleh pergaulan mereka sendiri. Tindak penjualan jasa seks atau yang biasa disebut prostitusi, kini telah mewabah ke dalam dunia remaja, khususnya mahasiswi. Tidak heran apalagi Surabaya adalah pusat prostitusi terbesar di Asia Tenggara (Dolly). Kebanyakan mahasiswi yang terlibat dengan bisnis tersebut dikarenakan mereka yang terlibat bisnis esek-esek tersebut umumnya adalah seseorang yang miskin akan pendidikan seksual atau karena merupakan anak broken home dan tidak semua dari mereka yang eknominya berasal dari menengah kebawah. Prostitusi yang dilakukan oleh para mahasiswi ini biasa dikenal dengan ‘Ayam Kampus. Istilah ayam kampus sendiri muncul karena pada era 80’an, dimana ada sebuah warung “Ayam Goreng” yang hanya menjual paha dan dada ayam saja, dan warung tersebut mulai berjualan di sore hari menjelang malam. Dengan melihat kesamaan antara warung ayam yang berjualan dengan aktivitas para wanita yang menjajakan jasa seks tersebut, munculah istilah Ayam untuk wanita-wanita tersebut. Di era 90’an berkembang menjadi istilah ‘Ayam Kampung’ bagi wanita pekerja seks yang berasal dari kampung, bahkan saat ini munculah istilah ‘Ayam Kampus’ bagi wanita pekerja seks yang juga berprofesi sebagai mahasiswi.
Mahasiswi yang mengaku pernah menjadi sebagai ‘Ayam Kampus’, awalnya ia tidak mengenal apa itu prostitusi ‘Ayam Kampus’, namun setelah ia diajak oleh temannya, ia kini mengetahui dan menjadi ketagihan, hal ini dikarenakan tuntutan pergaulan dan lingkungan sekitarnya. Lalu kebanyakan dari ‘Ayam Kampus’ untuk mendapatkan uang bisa dengan cara menemani om-om di tempat karaoke, dan dengan cara nongkrong di cafe-cafe, atau ada juga yang memasang link di situs-situs media sosial. Aktivitas ‘Ayam Kampus’ ini bersifat sangat rahasia atau terselubung, Mereka berpenampilan layaknya mahasiswi biasa, dan mereka cenderung mahasiswi yang pasif dalam kegiatan di kampus.
Berikut wawancara dari tiga mahasiswa di Universitas Widya Mandala Surabaya mengenai masing-masing dari pendapat atau tanggapan mereka tentang prostitusi di kalangan mahasiswi yang akrab dengan sebutan ‘ayam kampus’. Masing-masing dari tanggapan mereka bermacam-macam yaitu; merasa prihatin dengan profesi yang ditekuni tersebut karena masih banyak pekerjaan-pekerjaan lain yang jauh lebih halal contohnya bisa menjadi seorang SPG (sales promotion girls). Kemudian, ada juga yang berpendapat bahwa profesi seperti ‘ayam kampus’ harus diminimalisir/dikurangi karena sebagai mahasiswi harus menempuh pendidikan dengan baik. Pandangan positif atau negatif dari ‘ayam kampus’ itu sendiri menurut ketiga mahasiswa ini; dari sisi negatif sendiri bahwa seorang mahasiswi dapat menjadi efek yang kurang baik terhadap mahasiswa-mahasiwi lainnya dan harga diri seorang wanita dapat dibeli dengan beberapa jumlah uang. Sebaliknya, dari sisi positif sendiri menekuni profesi seperti ini dapat menaikkan ekonomi (status keuangan mahasiswi itu sendiri).  Pendapat Ketiga mahasiswa jika memiliki teman yang berperan sebagai ‘ayam kampus’;  membantu mencari pekerjaan yang lebih layak, dukungan serta saran untuk meninggalkan profesi itu dan bukan berarti mengucilkan teman yang menekuni profesi ‘ayam kampus’.
Pertanyaan tentang apabila ketiga mahasiswa ini berada di posisi pemerintah apa yang akan mereka lakukan untuk mengurangi prostitusi khususnya di daerah Surabaya. Masing-masing dari ketiga mahasiswa ini menjawab; prostitusi tidak dapat dipisahkan maupun dihilangkan karena akan terjadinya tingkat kriminalitas yang tinggi dan terjadinya pemerkosaan dimana-mana. Kemudian akan memberikan peraturan-peraturan serta pemantauan yang ketat setiap harinya dan juga pengawasan yang ketat di setiap waktu, dimana saja bahkan di kalangan kampus. Ada juga yang berpedapat bahwa prostitusi yang terbesar di Surabaya (Dolly) ditutup dan membiarkan institusi-institusi seperti ‘ayam kampus’ berdiri sendiri.


Berita terkait:

Kamis, 19 Juni 2014

BANJIR..! BIKIN REPOT..!

Ini merupakan pengalaman pribadi saya ketika masih menginjak awal semester 2 di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Sebagai warga asli Jakarta yang kebetulan berkuliah serta menjadi mahasiswa di kota Surabaya tentunya, sehabis menyelesaikan satu semester dan demi mengisi waktu liburan saya pasti akan kembali ke kota dimana saya dilahirkan.

Hari itu, tepatnya Kamis malam di awal tahun 2013 yang dimana semua tetangga-tetangga samping kiri-kanan rumah saya sunyi seperti seakan semua orang beristirahat serta melepas penat dari pekerjaan-pekerjaan yang telah dilakoni sehari-harinya. Sebagai Mahasiswa yang telah menikmati liburnya tentunya saya ingin bernostalgia dengan kawan-kawan saya yang lama sewaktu saya masih duduk di bangku sekolah menengah atas Jakarta. Niat ingin bernostalgia yang besar itu segera luntur oleh kedatangan hujan angin besar yang akhirnya tidak kunjung berhenti selama (menurut perhitungan saya 7 jam - +)

Hujan yang besar tersebut selain menggagalkan acara nostalgia saya dengan kawan-kawan lama, secara tidak terduga juga angin yang bertiup kencang beserta dengan kilat yang berkali-kali pun telah merobohkan tanaman dan pohon jambu tepat sebelah rumah saya. Bunyi kilat "Blaarrr.., blarrrr yang berulang-ulang diikuti suara bruaakk..bruakkk saat pohon jambu tersebut jatuh" dengan kejadian tersebut sontak pula saya beserta keluarga kaget luar biasa dan segera mengecek situasi keluar. Angin bertiup semakin kenjang diikuti oleh hujan besar pun seolah juga mendorong saya dan keluarga untuk mengurungkan niat dan mengurung diri di dalam rumah. 

Dalam keaadaan campur aduk, kuatir, kesal sambil menenangkan diri ditemani oleh secangkir hangatnya kopi hitam + beberapa makanan ringan di samping kiri kanan saya. Beberapa kali juga saya menyempatkan diri untuk menatap atap-atap rumah, genteng rumah yang bocor karena usia atap rumah yang tidak muda lagi serta sudah agak keropos dari segi kualitasnya. Seluruh anggota keluarga saya yang ada di rumah pun seolah tidak ada yang memperdulikan bocornya atap genteng di rumah, mereka semua terlalu sibuk dengan urusan masing-masing hingga saya seorang diri harus menggeser sofa-sofa di rumah agar tidak terkena tetesan air dan mewadahi tetesan air tersebut segera dengan beberapa ember plastik yang tersedia di rumah. 

Pukul menunjukkan jam 1 pagi dan hujan yang kencang tersebut tidak kunjung usai, tepat sudah 3 jam setelah hujan itu mulai turun. Saya menyempatkan diri untuk menyalakan Televisi di kamar saya dan secara kebetulan terdapat pertandingan klub sepakbola favorit saya Chelsea fc melawan Southampton saat itu. Dikarenakan lokasi kamar saya di lantai dua, saya selalu menyempatkan diri untuk kebawah lantai satu untuk mengecek bagaimana kondisi-kondisi atap-atap yang bocor tersebut. Tidak terasa pertandingan sepakbola 2x 45 menit yang berarti 90 menit tersebut berkesudahan dengan skor 2-2 (imbang), sekali lagi hujan pun yang besar disertai angin yang kencang seolah abadi dan tidak kunjung berhenti.

Tanpa disadari pun saya terlelap tidur dengan pulasnya di kasur yang cukup nyaman ditambah lagi dengan selimut yang besar serta ruangan yang ber-ac. Sontak pagi harinya saya terbangun pukul 10 siang dan apa yang terjadi pun uda memang saya duga sebelumnya. Benar saja.., lagi-lagi banjir sudah tergenang semata kaki orang dewasa tepat di depan rumah saya, ini semua apalagi kalau bukan akibatnya dari hujan yang besar disertai angin yang kencang melanda kota Jakarta dan sekitarnya semalam sampai dini hari pada saat itu.    

Banjir...memang bikin repot.., seolah saya dan keluarga serta para tetangga di samping kiri kanan rumah saya seperti orang hutang yang bak dikejar oleh para debt kolektor. Semua melupakan pekerjaannya, perkuliahannya apalagi aktivitas sehari-hari di dalam rumah sebut saja: memasak yang hingga akhirnya hal tersebut membuat saya lapar bukan mainnya. Semua segala persoalan yang seharusnya mudah menjadi ruwet, repot dengan datangnya bencana yang bolak-balik (banjir berulang-ulang) seperti ini. Terlintas juga berpikir untuk keluar untuk membeli sebungkus atau dua bungkus bubur akan tetapi hal itupun sirna dalam sekejap dan segera berpikir bahwa di dalam situasi ini pedagang mana yang rela berjualan dengan memikul atau mendorong gerobaknya menerjang air dimana-mana. 

Sekali lagi dalam menahan situasi perut yang kosong, tidak lupa bahwa jujur saja saya belum memberishkan badan saya pada saat itu (mandi) dikarenakan kondisi kamar mandi yang tidak bisa dipakai karena selokan yang meluber hingga tidak adanya resapan air. Karena dianggap anak yang paling rajin di rumah dan mempunyai tenaga serta kekuatan yang lebih saya segera mengangkat sofa-sofa di dalam rumah demi menjaga segala sesuatu yang kemungkinan terjadi seperti masuknya air tersebut di dalam rumah. 

Kejadian yang paling menjengkelkan adalah situasi dimana saya telah mengucurkan tetesan keringat setelah mengangkat sofa-sofa serta meja di rumah dan seharusnya beristirahat di kamar sejenak. Saya kembali disuruh menyelamatkan ratusan es di dalam kulkas dagangan saudara saya di sebuah cafe dekat rumah. Karena kondisi yang sudah tidak lagi dimungkinkan untuk berjalan kaki sontak saya sekeluarga berempat menaiki perahu karet atau yang lebih dikenal dengan "getek". Rasanya seperti berada di hutan Kalimantan bahkan sungai Amazon di Brazil kiri kanan melihat orang-orang duduk di atap rumah mereka masing-masing. Saya bersama ayah saya mendayung dengan sekuat tenaga bukan melawan arus air akan tetapi karena banyaknya jumlah sampah yang didominasi sampah plastik yang mengambang dimana-mana hal itu, cukup menghalangi perahu getek kami menuju lokasi yang dituju. 

Segera saya bersama ayah saya mengeluarkan ratusan es yang hampir mencair dengan matinya kulkas yang telah tergenang air, untungnya saya dan keluarga belum terlambat. Sesampainya di rumah dengan selamat pun, dalam kondisi perut kosong saya mencoba menghibur diri dengan menonton televisi. Semua saluran televisi seolah menayangkan topik yang sama yatu apalagi kalau bukan tentang peristiwa banjir yang melanda ibu kota. Kejadian yang membuat saya agak malu ketika saya untuk pertama kalinya numpang mandi di rumah tetangga saya yang kamar mandinya tidak tergenang air dikarenakan rumahnya memang dalam posisi yang sangat bebas banjir dengan tingginya dataran tanah.

Memang Banjir bikin repot dan menyusahkan bukan saja aktifitas yang seharusnya jalan sesuai dengan biasanya, makanan dapat dijangkau dimana-mana, dapat santai sejenak di depan rumah, mandi di rumah dengan santai. Semua hal itu seolah sirna dalam sekejap karena datangnya bencana yang berulang-ulang biasanya pada awal tahun di ibu kota Jakarta terlebih lagi bahwa kejadian seperti banjir besar seperti ini terjadi 5 tahun sekali ( sebelumnya tahun 2008 ). Patut diwaspadai bagi para penduduk Jakarta dan sekitarnya terhadap bencana yang bikin repot ini, hadapi saja dengan sabar dan dengan kepala yang tegak serta dingin. 


Mandzukic Tampil Gemilang, Kroasia Kirim Kamerun Pulang

Mario Mandzukic
Sumber: Amazonia Arena, Manaus (18/6). AFP PHOTO/RAPHAEL ALVES

      Penampilan yang sangat gemilang serta menjanjikan ditunjukkan oleh salah satu striker Kroasia, Mario Mandzukic saat melakoni partai kedua pada lanjutan Grup A kontra salah satu wakil afrika, Kamerun. Striker asal klub FC Bayern Muenchen (Jerman) tersebut menyatatkan namanya dua kali di papan skor saat Timnas Kroasia mengalahkan timnas Kamerun dengan skor 4-0. 

       Pemain yang telah menginjak umur 28 tahun tersebut selain mencetak 2 goal untuk negaranya masing-masing terjadi di menit 61 dan 73 babak kedua, Mandzukic juga terpilih menjadi pemain terbaik atau yang sering dikenal dengan sebutan "Man Of The Match" dalam pertandingan tersebut.

      Selain 2 goal yang dicetak melalui kaki pemain yang bernomor punggung 17 itu, 2 goal lainnya dicetak oleh pemain Ivica Olic dan Ivan Perisic masing - masing di menit 11 dan 48. Pertandingan yang digelar di stadion Arena Amazonia yaitu di kota Manaus ini dilangsungkan pada pukul 5 pagi WIB atau jam 6 sore waktu lokal setempat di Brazil.

     Tercatat di situs FIFA.Com bahwa striker kelahiran 21 Mei di kota Slavonski Brod ini sukses melancarkan umpan pendek sebanyak 24, tembakan tepat arah ke gawang lawan sebanyak 4, diantaranya 2 dikonversikan menjadi 2 goal serta bermain penuh selama 90 menit pertandingan 2 babak.

     Pada pertandingan kontra Timnas Kamerun ini terlihat jelas bagaimana sesosok Mario Mandzukic sangat berpengaruh untuk penampilan Timnas Kroasia sebab, di laga perdana kontra sang tuan rumah yakni Timnas Brazil, timnas dengan seragam corak taplak meja itu tampil tanpa diperkuat striker yang memiliki tinggi 188cm tersebut. Dengan kehadiran Mandzukic di lini depan Timnas Kroasia juga membuat serangan dari tim ini sangat hidup dan tercatat juga di situs FIFA Timnas Kroasia melepas tendangan 9 tepat sasaran dibanding hanya dengan 3 tendangan ke gawang saat kontra Brazil.

    Dengan hasil kemenangan telak melawan Kamerun ini The Vatreni julukan Timnas Kroasia menjaga asa untuk tetap berkompetisi di ajang 4 tahunan ini. Sejauh ini, Mandzukic dan kawan-kawan telah mengantongi 3 poin dari 2 pertandingan di bawah Brazil dan Mexico yang masing-masing telah mengantongi 4 poin dari 2 pertandingan. The Vatreni juga harus akan menjalani sisa partai penentuan di Grup A melawanTimnas Mexico di Arena Pernambuco di kota Recife. Laga ini juga akan menentukan siapa diantara Timnas Kroasia dan Timnas Mexico yang akan lolos ke babak 16 besar atau fase babak gugur.

Link Terkait:
http://sport.detik.com/pialadunia2014/read/2014/06/19/132653/2612948/439/tampil-impresif-mandzukic-itu-berkat-kerja-keras-seluruh-tim 
http://pialadunia.viva.co.id/news/read/514107-kata-mandzukic-usai-cetak-2-gol-ke-gawang-kamerun
http://bola.antaranews.com/berita/439826/mario-mandzukic-man-of-the-match-kroasia-vs-kamerun
http://www.fifa.com/worldcup/matches/round=255931/match=300186453/index.html#nosticky
http://www.fifa.com/worldcup/players/player=375518/index.html






     


Kamis, 12 Juni 2014

JURNALISTIK ONLINE

RUMAH BERKAT JUS


Hadi Sulton yang kesehariannya melakukan kegiatan dengan berjualan jus, ia telah berjualan jus sejak tahun 1994. Berawal dari kebiasaannya mengkonsumsi jus yang dianggap sehat dan bermanfaat, akhirnya ia mengawali dengan berjualan di kampus Universitas “Tujuh belas Agustus” Surabaya dan akhirnya berpindah ke kampus UKWMS dinoyo sejak tahun 1996.

Selain tak jauh dari rumah yang ber-lokasi di Darmorejo 3 nomor 339, kampus UKWMS juga merupakan tempat dimana ia bisa mendapatkan penghasilan yang cukup besar dari berjualan jus dibanding dengan pengasilan yang didapat sebelumnya dengan menekuni pekerjaan sebagai tukang cuci sprei dan baju di hotel Sahid Surabaya.

Hadi Sulton juga memiliki cabang jus di salah satu Universitas di jakarta yaitu Uniiveritas “Taruma Negara”. Usaha penjualan ini di lakoni oleh adik kandung Hadi Sulton sendiri. Selama 20 tahun Hadi Sulton bekerja ia telah dapat membiayai sekolah anaknya yang tunggal serta dapat membeli rumah  dan Sepeda motor.

Hadi Suton sebagai seorang penjual jus pun tidak luput dari suka maupun duka ketika menjalan profesinya. Suka-nya adalah Hadi Suton sendiri merasa senang ketika ia sedang melayani seorang pelanggan, terlebih lagi pekerjaan yang ditekuninya sehari-hari ini agak santai, juga profesinya ini menyehatkan bagi orang lain. Dari segi duka, terkadang jika hujan turun maka buah yang didapatkan untuk dijual pun sedikit sehingga hal ini dapat membuat omset dari penjual Hadi Sulton menurun. Demikian juga, saat semester sisipan berjalan yang dimana jumlah dari mahasiswa-mahasiswi UKWMS Dinoyo tentunya lebih sedikit dibanding ketika semester reguler berjalan, secara tidak langsung ini berdampak juga terhadap pendapatan Hadi Suton sebagai penjual jus dan isi serta hasil dagangannya juga menjadi sepi dan menurun.